NANTIKANKU DIBATAS WAKTU : DIHUJAT TAPI DIGANDRUNGI

Ada satu titik petualangan bersejarah bagi Edcoustic selama perjalanan karier bermusiknya. Yaitu kontroversi NDBW yang merebak diakhir tahun 2004, kemudian menggelending membesar seperti bola salju disepanjang tahun 2005. Yup, kontroversi lagu Nantikanku Dibatas Waktu.

Aku ingat awal mula kisah ini dimulai dari keisengan seorang penyiar MQFM Bandung, Indra namanya. Ia tak sengaja memasukkan lagu tersebut kedalam playlist diacaranya. Waktu itu Edcoustic belum genap dua bulan merilis album pertamanya, dan “Berubah” yang menjadi single andalannya belum bisa mengalahkan grup-grup nasyid lain di chart request MQ. Itulah benih-benih awal lagu NDBW mulai dikenal dan menjadi pembicaraan hangat.

Nantikanku bercerita tentang ungkapan seorang ikhwan yang meminta akhwat yang dicintainya menunggu sampai ia siap melamarnya kelak. Kontan saja tema ini menjadi hal yang tak biasa dalam kancah pernasyidan, sehingga menyulut perhatian besar kalangan pecinta nasyid. Edcoustic telah mengangkat hal yang tabu untuk dibicarakan diranah musik religi.

Sebagai pencipta lagunya, aku sendiri saat itu heran, kenapa ini disebut hal tabu. Sementara disaat yang sama banyak sekali penulis-penulis novel islami memilih tema yang sama, tapi tak dipermasalahkan. Novel adalah sebuah karya, lagu pun juga sebuah karya. Bahkan sebelumnya beberapa nasyid seperti Inteam, Now See Heart dll merilis lagu dengan tema yang sama pula.

Kritikan dan cemoohan pun mulai mengalir deras, bak jamur dimusim hujan. Beberapa radio memboikot lagu ini diputar, para ustadz mengkritik secara terbuka dipengajian-pengajian, seminar dan acara-acara kampus. Diinternet pun merebak gerakan anti NDBW, dengan slogan kembalikan nasyid pada khittahnya.

Sebagai orang baru tentu saja ini menjadi shock therapy tingkat tinggi. Aku yang awalnya ingin memberi sedikit inspirasi kebaikan lewat lagu-laguku yang ditulis secara jujur, kini dianggap sebagai perusak citra nasyid. Suatu siang di studio, untuk pertama kalinya (dan aku rasa itu yang terakhir) aku menangis didepan produserku (Ahh malu rasanya mengingat itu). Pundak ini serasa tidak bisa menahan beban yang begitu berat ditanggung, terkait masalah ini. Aku bahkan berniat untuk meninggalkan saja dunia nasyid. Tapi untungnya Vina, produserku yang baik hati, terus mensupport agar aku bisa tahan banting dalam segala hal. Pohon semakin tinggi, berarti harus siap diterjang angin yang semakin kencang.

Disaat hujatan itu terus menggerus mental aku dan Eggie, disaat yang sama Yess, label rekaman albumku, malah girang tiada kepalang. Secara bisnis mereka diuntungkan dengan munculnya kontroversi ini, karena penjualan kasetpun naik tajam. NDBW semakin deras dihujat semakin kencang melesat menjadi top request dihampir semua radio nasyid Indonesia. Bahkan ia bertengger berbulan-bulan dinomor satu.

Pertengahan 2005, untuk pertama kalinya aku show di Solo. Dan untuk pertama kali pula aku melihat ratusan orang  fasih menyanyikan lagu ini saat aku nyanyikan. Sungguh, itu pengalaman luar biasa, dan memberi nafas segar buatku. Ternyata aku terlalu sibuk memikirkan orang-orang yang membenci NDBW, padahal disaat yang sama penggemar lagu itu bisa berkali-kali lipat jumlahnya.

Suka atau tidak suka itu sebetulnya sangat subjektif. Untuk sebuah lagu, orang akan menangkap pesannya dengan berbagai makna berlainan, tergantung dari sudut mana ia memandangnya. Dari kejadian ini aku semakin dewasa dalam menghadapi orang-orang yang bersebrangan pikiran.

Tak dipungkiri, kontroversi NDBW sangat berjasa dalam menaikkan popularitas Edcoustic. Padahal lagu itu disisipkan di playlist nomor 9 dalam album, bukan lagu andalan. Tapi lewat keisengan Indra, Allah sudah mentakdirkan jalan panjang untuk Edcoustic.

19 thoughts on “NANTIKANKU DIBATAS WAKTU : DIHUJAT TAPI DIGANDRUNGI

  1. kang aden sosok yang luar biasa, berita wafatnya bener2 membuat saya sedih dan kehilangan, terima kasih untuk lagu-lagu yang selalu membuat saya merasa terisi kembali ruh semangatnya, selamat jalan kang aden..

  2. Lagu kesukaan abang ane waktu belum nikah sampek sekarang😀 …
    katanya ini lagu penantian …

    akhirnya ane juga ngikut suka nih lagu dan terinspirasi juga dengan kisah dalam lagunya😀 , dan jadi penggemar lagunya edCoustic😀 …
    InsyaAllah kalo album ketiga udah release, ane mau beli yang original …

    Sukses edCoustic !!!

  3. wah ternyata sperti itu yah kang , heumm lagu ini adalah benar2 pesan yang amat baik untuk para ikhwan dan akhwat , yang menanti di batas waktu.. mengajarkan bahwa dalam islam tiada pacaran ..
    sangat2 suka ,..
    terus berjuang akang2 ^,^

  4. Sesungguhnya nasyid inilah yang menginspirasi dan memotivasiku untuk menyegarakan menikah meski dalam segala keterbatasan. Bahkan boleh dibilang nasyid ini adalah “theme song” kisah romansa kami berdua🙂 Semoga kiprah akang & edcoustic diganjar setimpal oleh Yang Maha Indah. Cemungut…

  5. Seruan lagu ini pun juga sangat bagus….mengajarkan kita untuk semua hal yang kita tuju itu hanya untuk Allah

  6. Pingback: NANTIKANKU DIBATAS WAKTU : DIHUJAT TAPI DIGANDRUNGI | Cirebon Nasheed Community

  7. Nah,, duLu juga pas awaL2 tau Edcoustic kan saya juga tau tuhh Lagu ini kontroversi. Saya sendiri juga bingung, masaLahnya, ini Lagu ga vuLgar..
    Bandingkan dengan Lagu2 nya inteam, UNIC dkk.
    contoh nya UNIC – Hanya Tuhan yang Tahu
    “Di hati ini, hanya Tuhan yang Tahu. Di hati ini, aku RINDU PADAMU xxxxx”
    Tapi Lagu2 itu tetap banyak di req dan ga diLarang.
    agak aneh sih duLu teh. Tapi kaaann akhirnya EDC jadi booming, soaLnya temen2 saya juga banyak yang beLi kasetnya ( ohh kasett😦 Dimana engkau sekarang ?? )
    katanya yang paLing diburu tu ya NDBW😀

  8. percaya g percaya, lagu NDBW itu adalah lagu pertama yang buat saya mengenal EDCOUSTIC n sekaligus jadi penggemar juga lho,,,,
    dan sejak saat itu pula membuat saya semakin tertarik pada nasyid sehingga mengantarkan saya mengenal dunia Radio Islam seperti sekarang ini,,,🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s