SERASA DIPELUPUK MATA

Betapa terasa nyata saat aku melihatmu. Lalu kau duduk dipangkuan, dengan wajah sedikit lebam.

“Ini kenapa, sayang?”

“Kemaren jatoh pas main main”

Suara mungilmu begitu jelas terdengar. Aku peluk dengan haru, setelah sekian lama tak bisa kupeluk.

Dan aku terjaga, tersadar dari tidur dengan mata nanar menerawang. Hanya mimpi lagi. Entah untuk keberapa mimpi. Kulihat jam menunjukkan pukul empat pagi. Diluar terdengar gema takbir samar-samar. Penghujung malam dihari raya Idul Adha.

Mimpi tadi seakan nyata. Ah kenapa harus tersadar. Aku belum sempat mengajaknya pergi jalan-jalan. Bermain mandi bola di sudut salah satu mall. Membelikannya es krim warna warni. Bersamanya walaupun hanya sehari.

Mataku menghangat. Setetes demi setetes mulai berjatuhan. Dini hari ini aku kembali seperti waktu-waktu yang lalu. Dirundung kerinduan tak berujung. Mimpi tadi kau serasa dipelupuk mata.

 

3 thoughts on “SERASA DIPELUPUK MATA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s