SANG MAESTRO

Meninggalnya kang Ibing, bagiku malah menguak kembali arti sebuah gelar, bernama MAESTRO. Tak ada satu pun yang menyangkal gelar itu atas dirinya. Sebab dia memang layak mendapatkannya. Maestro lawak Indonesia. Itulah karier tertinggi dalam peradaban manusia, yang akan dikenang sepanjang masa.

Beberapa waktu lalu seorang istri bertanya pada suaminya, akan jadi apa nanti setelah tua. Waw.. sebuah pertanyaan yang menohok. Setidaknya bagi seorang suami yang tidak jelas pekerjaannya, itu menjadi pertanyaan sensitif, berkaitan erat dengan harga diri seorang lelaki. Semua tentu memimpikan masa tua yang bahagia.  Jaminan pensiun, rumah tinggal,dikelilingi anak cucu. Tak heran banyak orang berlomba-lomba masuk PNS, mengejar karier di perusahaan swasta terbesar. Semua mengejar kesuksesan demi masa tua yang diidam-idamkan.

Tapi pertanyaannya, bahagiakah?

Puluhan tahun banting tulang demi masa tua yang tenang dan damai. Selama puluhan tahun itu hidup dipaksa untuk menerima kenyataan sebagai pekerja.

Jawabannya adalah iya dan tidak. Iya, bagi orang yang menyukai pekerjaan itu. Tidak bagi orang yang terpaksa melakukan pekerjaan itu. Bukankah tidak sedikit dari teman kita yang merasa bosan dikantor, inginnya cepat-cepat pulang kerja. Bahagia di awal bulan, merana diakhirnya. Itu bukti bahwa ia terpaksa melakukan itu, terpaksa oleh kebutuhan.

Aku kira kang Ibing adalah salah satu dari orang yang sangat menikmati hidupnya. Karena ia memilih menjalani masa hidupnya pada profesi yang ia cintai. Profesi yang ia geluti secara serius dan menghasilkan karya. Kang Ibing aku kira bukan tipe orang yang bertanya : mau jadi apa tua nanti. Beliau adalah orang yang akan bertanya : karya apa yang bisa diwariskan nanti.

Begitulah cara hidup seorang maestro. Menikmati hidupnya dalam profesi yang dicintai. Bahagia dari sekarang, tidak hanya dimasa tua saja. Menekuni bidang yang menjadi belahan jiwanya, sehingga tercipta karya-karya yang dapat bermanfaat bagi siapapun. Itulah tokoh besar. Sosok manusia yang mampu mempengaruhi bahkan merubah wajah peradaban dunia, lewat karyanya. Sehingga dimasa tua ketika ada yang bertanya : kamu suda jadi apa. Tak usah dijawab. Sebab orang lain yang akan menjawab : dia SANG MAESTRO

4 thoughts on “SANG MAESTRO

  1. Ah.. saya sangat suka dengan kata-kata ‘profesi yang ia cintai’.. jarang orang yang begitu.. minoritas.. berani melawan ombak bahkan tsunami sekalipun.. out of the box.. jati diri yang original..

    Salam kenal kang di dunia blog..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s