PENJUAL MIE AYAM BERGELAR SARJANA

Tadi malam aku ngobrol sama sepupu. Dia bilang punya tetangga penjual mie ayam bergelar sarjana.

“Masa lulusan sarjana cuma jadi tukang mie ayam” kira-kira inti pembahasannya seperti itu.

Hmm.. aku ga tau ya alasan tepatnya apa. Wong aku sendiri juga belum pernah ketemu sama dia. Sepupuku cuma menyayangkan, buat apa sekolah tinggi-tinggi, kalo akhirnya cuma jadi penjual mie ayam.

Maaf, aku bukannya memandang rendah profesi tersebut. Dan kita memang ga akan ngebahas soal strata sosial. Bagiku semua profesi positif sama aja, sama-sama mencari nafkah, sama-sama sunnah Rosul.

Nah, aku cuma tergelitik untuk mengurai apa sih alasan dia memilih jualan mie ayam sebagai ladang cari nafkah. Lulusan S1 kerja di kantoran, itu sudah biasa. Tapi jadi penjual mie ayam, ini diluar kebiasaan. Tidak terprediksi. Makanya pantas untuk kita bahas disini.

Kemungkinan pertama, dia punya visi bisnis yang  jelas. Mungkin beliau ingin jadi pengusaha besar mie ayam. Dan ia awali dari level paling kecil. Banyak contoh nyata, pengusaha sukses  mengawali bisnisnya persis seperti yang dia lakukan. Reasonable kan?

Kemungkinan kedua, bisa jadi sejak kecil dia punya mimpi pengen jadi tukang mie ayam. Serius. Jadi seberapapun tingginya dia bersekolah, kalo sudah kepengen bawaan ya dia pasti jualan mie ayam. Mungkin dia punya sejarah tertentu dengan yang namanya mie ayam. Atau dulunya ia sangat mengagumi sipenjualnya, entah karena aksi hebat meracik mie ayam ataupun kagum sama pribadinya. Temenku juga ada yang berambisi pingin  jadi supir bus. Padahal secara ekonomi dia dari keluarga berada, dan diapun lulusan sarjana. Meski sampai sekarang ambisinya belum juga kesampaian.

Kemungkinan ketiga, ini yang umum terjadi. Terpaksa jadi penjual mie ayam. Pontang panting melamar kesana kemari tapi tak ada satupun yang diterima. Akhirnya ia memilih profesi tersebut untuk bisa bertahan hidup.

“Makanya, kuliah itu jangan sekedar cari ilmu doang. Yang terpenting adalah membangun jaringan relasi” Ujarku sok menggurui.

Tapi ini bener. Kalo hanya membuat lorong rumah-kampus, kampus-rumah, dijamin, ga bakalan berkembang. Justru kalo kita aktif di organisasi kemahasiswaan, giat di unit-unit kegiatan, meluaskan perkenalan ke berbagai kalangan, sangat membantu progresifitas karier kita dimasa depan.

Aku masih ingat, dulu mama sempet nyeletuk begini,

“Ngapain sih den, bolak-balik ke Salman ITB? Emangnya dibayar ya?”

Aku langsung bilang,

“Enggak dibayar kok ma, sekarang memang iya keluar banyak biaya buat aktif disana. Tapi ini invetasi. Manfaatnya akan dirasakan nanti, coba aja liat ntar ma.,”

Dan itu terjadi. Aku meluaskan jaringan relasi di Salman, yang memiliki jaringan lebih luas lagi dari berbagai universitas. Dan punya jaringan kuat pula dengan para alumninya.

Sekarang, aku bisa menikmati semua perjuangan semasa kuliah dulu. Edcoustic tidak mungkin sebesar sekarang tanpa keterlibatan orang-orang Salman. Bersama para alumni, aku bantu membangun perusahaan milik para alumni juga. Dan sampai saat ini, jejak teman-temanku yang bertebaran diberbagai lembaga menjadi peluang besar mensinergikan jaringan bisnis yang kita punya.

Itulah hebatnya jaringan relasi. Dan itu yang mungkin tidak dimiliki sipenjual mie ayam tadi. Akhirnya, ketika lulus kuliah dia merasa sendiri, ga tau harus kesiapa meminta tolong. Ketika sudah merasa kepepet oleh kebutuhan, apapun ia lakukan, termasuk berjualan mie ayam.

Emang salah ya, sarjana jualan mie ayam? tidak. Ga ada yang salah. Itu profesi halal, mulia. Justru itu sinergi yang dahsyat, mie ayam dan seorang sarjana. Kalo bener dia ada dikemungkinan pertama, tiga lima tahun kedepan kita akan mendatangi sebuah gerai mie ayam ternama di mall-mall, dan dia tengah mengatur karyawan2nya, luar biasa..

6 thoughts on “PENJUAL MIE AYAM BERGELAR SARJANA

  1. Uang Halal lebih terasa nikmat ketimbang uang yang berbau RIBA. mungkin si Penjual mie Ayam ini berpikir klau bunga Bank itu HAram, sedangkan Karyawan dari kebanyakan perusahaan digaji melalui bank Konvensional.

  2. yg pasti dgn menjadi pedagang, tukang mie ayam itu bakal merasa lebih merdeka ato bebas ketimbang karyawan kantoran. banyak yg menganggap bahwa profesi non kantoran itu adalah pekerjaan kasar, tapi klo dijalani ato dibidangi dgn baik dan penuh totalitas, maka pekerjaannya akan menjadi usaha yg sangat besar

  3. Gk slah… Berjualan mie ayam bukan pkerjaan yg bisa mndtangkan murka Allah. Jdi slma msh bsa dlakoni dan Allah ridho, knpa nggk??
    Skses bwt “Mas Sarjana” pnjual mie ayam. Mdh2n Anda bnr2 berada dikemungkinan pertama sprt yg dceritakan oleh sang Penulis diatas, amin…. ^_^

  4. aSSalamu’alaikum,,,,,

    kisahnya lmayan inspiratif,,,,,
    intinya,hrus bisa memperluas jringan kmunikasi/relasi…

    byak kisah yang saya dngar di stasiun tv bhwa ada juga yang bukan lulusan s1/s2 tapi mreka lbih sukses dari yang sarjana….

    itu,karena mereka pnya kyakinan dan usaha yang maksimal juga,,,salah satunya dengan mencari relasi dan belajar berorganisasi….

    jadi,,,,sarjana tapi nganngur…..
    gak sarjana tapi sukses?????

    yang mana ya??????

  5. aslm…
    sempet terhenyak ketika tahu fenomena ini dan teringat bahwa fenomena serupa tak jarang terjadi..
    tentang organisasi, ada benarnya juga kita bisa menjalin relasi n nambah2 temen,,, alhamdulillah sudah mulai terasa manfaatnya… plus nambah pengalaman..
    otung2 bisa mengurangi sedikit kekurangan pengetahuan tantang organisasi,,,
    terima kasih atas infonya..
    bisa jadi bahan renungan..^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s