HADAPI ANAK YANG REWEL

Pagi-pagi rumah sudah ribut. Nenekku berang, buyutnya (maksudnya, anakku) susah disuruh mandi. Padahal waktunya persiapan untuk sekolah. Mempan oleh nenek, akhirnya aku turun tangan juga. Saat turun dari kamarku diatas, kulihat Kia tengah asyik menonton acara kartun, tanpa mempedulikan ocehan sang uyut.

Melihatku, dia langsung ketakutan. Bukan. Bukan karena ia takut dipukuli. Karena aku bukan ayah yang ringan tangan. Ia takut, karena sudah membuatku turun dari kamar. Saat kutuntun dia kekamar mandi, ia meronta-ronta. Tapi ditanganku Kia memang tak bisa berkutik. Ia hanya bisa meronta, menangis dan berteriak. Selebihnya dengan terpaksa ia turuti apa yang kuperintahkan. Sifat dasar anak kecil, penurut.

“Nggak mau abi, nggak mau, abiii…. nggak mau.” Hanya itu yang dikatakannya. Berulang-ulang. Tak ada kosakata lain. Aku terus memandikannya, menyuruh sikat gigi, menyabuni, lalu menyampoinya. Aku tak menghiraukan raungannya, dan aku sendiri tak bicara sepatah katapun.

Selepas mandi, aku kira dia akan kelelahan menangis. Perkiraanku salah. Kia terus meraung-raung. Tentu dengan kalimat yang sama. Pasti ada alasannya, pikirku. Disela membajui, menyisirnya, hatiku juga ikut berpikir. Pasti telah terjadi sesuatu disekolah, membuatnya tak ingin menginjakkan kaki disana. Apa mungkin karena ada PR yang belum dikerjakan, atau temannya mengganggu dia, atau barangkali ia tak suka dengan gurunya.

Belum saatnya mengajak dia berdiskusi, pikirku. Nanti saja diperjalanan, saat hatinya sudah tenang. 45 Menit tangisannya belum juga reda. Saat kusuapi nasi goreng, ia masih saja mengucapkan kalimat yang sama. Tapi ia kunyah juga makanannya. 5 Menit sebelum berangkat, aku biarkan ia menonton Sponge Bob di TV, untuk sedikit menghibur hatinya.

Beberapa saat kemudian datang mobil jemputan sekolah, aku bilang pada supir untuk berangkat saja. Hari ini aku yang akan mengantarnya. Lagi rewel, kataku. Melihat Kia sudah tenang, aku berbisik :

“Biar abi antar ya hari ini, sekalian abi mau kasih hadiah”

“Hadiah apa bi?”

“Kia pilih saja nanti di Indomaret”

Mendengar hadiah, lenyap sudah kemurungannya. Dengan semangat ia keluar rumah menaiki motor. Diperjalanan baru aku ngobrol ihwal kenapa tak mau sekolah.

“Disekolah ada yang nakal?” tanyaku, iapun mengangguk. Oh, karena itu toh. Kini ia sendiri yang nyerocos, menjelaskan betapa dia dan teman-teman lainnya jengkel atas kenakalan anak satu itu.

“Jadi bukan cuman Kia dong yang dijaili?”

“Iya bi, temen Kia juga suka dimainin ama dia”

“Oh gitu, tapi bukan berarti Kia harus ga masuk sekolah kan. Kia harus bisa hadapin semuanya. Anak abi ga boleh jadi pengecut”

Ia pun mengangguk.

Ah Kia.. Betapa menggemaskannya dirimu. Banyak hal yang aku pelajari darinya. Terutama soal pendidikan dan psikologi anak. Kejadian pagi itu saja sudah mengajakku berpikir dan bertindak, bagaimana cara menghadapi permasalahan anak seperti ini. Kesabaran. Sikap tenang. Wibawa. Kecekatan. Dan sikap demokratis. Hal yang muncul bersamaan memerangi yang namanya amarah.

Di Indomaret aku bebaskan dia memilih makanan, dengan batas dana yang ditentukan. Ia senang sekali mengantongi sebungkus ciki dan susu kotak. Saat digerbang sekolah, tak ada rasa takut dalam dirinya. Sebab saat ia mencium punggung tanganku, aku berbisik:

“Hadapi semuanya, anak abi kan bukan pengecut”

Ia pun tersenyum sembari melambaikan tangan.

12 thoughts on “HADAPI ANAK YANG REWEL

  1. Hmmmm, Subhanallah…

    MUdh2n bisa jdi media pmblajaran…
    Tulisan nya bgus Kang. Insya Allah brmnfaat bwt kdepan nya… ^_^

  2. subhanallah,moga bermanfaat bagi aku yang slalu g sabar menghadapi keponakan moga kelak aku bisa menjadi ibu yang bijak dlm sgala hal

  3. Subhanallah…setiap orang tua merupakan madrasah bagi anak-anaknya. Dan anak pun dapat menjadi sumber pengalaman dan pembelajaran berharga bagi anak-anaknya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s