WC Tanpa Atap

wc

Dalam kehidupanku aku pernah merasakan betapa hebatnya keluargaku berjuang hanya untuk buang air besar. Bukan karena aku dan keluarga punya penyakit, ambeyen misalnya. Bukan. Tapi karena WC dirumahku mampet. Entah apanya yang tersumbat. Yang jelas jika ada yang pup disana, maka airnya tidak turun. Disiram lagi malah jadi menggenang. Lalu terciumlah bau aroma yang menyedapkan didepan rumah. Membuat para tetangga tak berani mendekati rumahku. Terkadang muncul semacam cairan juga disana, didepan rumah. Karena Septitenk WC kami terletak disana.

Itu terjadi sekira sepanjang aku kelas 3 SMA. Maka untuk menyiasatinya nenekku punya resep sendiri. Ia beli satu bungkus garam diwarung, dan dibubuhi ke lubang WC yang mampet. Entah teori fisika atau kimia dari mana, WC itu kembali bisa digunakan. Tapi sebentar. Beberapa hari kemudian maka terjadi lagi insiden yang sama. Tak ada penampungan untuk kami.

Mungkin kalian berpikir kenapa tidak disedot aja itu septitenk, beres kan. Ya itu masalahnya. Kami tidak punya uang lebih. Yang terpikir oleh keluargaku adalah besok makan gimana, ongkos sekolah ada nggak. Kalaupun harus manggil tukang sedot, berarti mamaku harus minjem uang dulu ke tetangga. Kalaupun nggak, berarti aku dan adik kakakku harus berlibur sekolah dulu sekitar satu minggu. Untuk membiayai sesuatu yang menurutku prioritas nomor berapa dalam agenda keluarga kami.

Peristiwa ini membuat aku dan keluarga berubah menjadi orang-orang yang kreatif. Ada yang ikut mampir ke WC tetangga. Ada yang tertatih-tatih menuju masjid, meski jaraknya cukup jauh. Kakekku malah lebih ekstrim, dengan cueknya ia duduk dipinggir sungai kecil yang melewati perumahan kami, setelah beres buru-buru ia kerumah untuk bersihin itunya. Lah banyak yang liat dong. Nggak juga, karena dia merutinkan diri buang air besar pada jam sebelum shalat subuh. Saat ia bersiap-siap untuk berdagang bubur ayam keliling. Pada saat orang-orang masih terlelap dalam tidurnya.

Tapi yang lebih mengesankan adalah buang air besar disebuah rumah kosong depan rumah. Rumah itu masih dalam bentuk aslinya. Bentuk rumah RSS, Rumah Sangat Sederhana. Pernahkah kalian melihatnya? Rumah bertipe 21, dengan ruangan kecil tak bersekat. Atapnya dari asbes. Jika siang hari, maka orang-orang yang tinggal didalamnya akan matang, karena seperti di oven. WC-nya terpisah dari rumah, disamping. Dan tidak beratap.

Disanalah akhirnya tempat favorit kami untuk bersemedi. WC yang tidak terawat, atap terbuka, banyak lumut dan tumbuhan liar. Tapi tempat buang air besarnya masih berfungsi dengan baik. Akhirnya bergiliranlah kami membawa seember air beserta gayungnya dari rumah. Berjalan lirik kanan lirik kiri, khawatir ketauan tetangga. Kan malu.

Suatu hari. Aku ketiban malunya. Disaat aku sedang menikmati buang air besar. Tiba-tiba dari atas muncul suara ibu-ibu. Ternyata ibu Soher, sedang menjemur pakaian dilotengnya. Ia tertawa terkekeh-kekeh melihatku telanjang setengah badan kebawah, jongkok, sambil memegang gayung. Busyet dah.

Setelah kejadian itu maka keluargaku semakin kreatif. Kami tetap datang ke WC itu, lalu jongkok, dan memegang payung. Lumayan lah, terlindung dari sinar matahari. Dan juga ibu Soher.

Begitulah beberapa tahun lamanya keluargaku punya hobi unik menggunjungi rumah kosong. Jika ada keluargaku yang mencari payung dan menjinjing ember, tak perlu lagi kami bertanya mau kemana.

Sampai akhirnya rumah itu dihuni orang lain, dan kami terpaksa manggil tukang sedot. Alhamdulilah akhirnya WC kami bisa digunakan lagi. Meski beberapa minggu kemudian aroma tak sedap itu muncul kembali didepan rumah. Tapi tak apa lah, yang penting WC-nya nggak mampet lagi.

Tapi itu apa-apa buat tetangga sekitarku. Mereka terganggu dengan bau dari rumahku. Tukang sedot bilang, septitenk ini memang tidak layak lagi. Kalo ingin aman, ya bikin galian baru. Berarti biaya tuh. Darimana kami punya dana menggali septitenk baru.

Dan seni kreatif kami muncul kembali. Kami membuat sebuah saluran pipa dari septitenk keatas rumah. Harapannya setiap terjadi pembuangan maka gas bau tujuh rupa itu tersalurkan ke area yang lebih terbuka. Ya diatas rumah. Lumayan lah hasilnya. Meski itu berarti ruang tamu kami yang paling banyak kebagian aromanya. Tak apa, asalkan tetanggaku bisa hidup dengan tenang.

Dan Eggie menamakan pipa itu dengan HONG. Hong yang membuat aku dan keluarga berpencaran dari ruang tamu. Sembari menghardik orang yang ada dikamar mandi. Maka setiap ada tamu datang (kecuali Eggie), mama melarang keras pembuangan air besar.

6 thoughts on “WC Tanpa Atap

  1. aduh a.. bru tw nh….dh hmpr brpa taun th..brarti daru wktu SD/SMP donk?kl gk salah sblum ditmpatin ma aa kn ya.. ataw stlhk dtmptn…klo mang sblum ditemptin ma aa brarti itu mah rumahnya berterima kasih dikasih tabungan jadinya mw ditempatin ma kel.aa… wadh ntar tnya ah ke ibu bner gk.. gpp a…!???(jadimalu….)
    malu gk…he..he.. o ya a.. a wktu luangnya kpn aj.. bleh dong daru feat qq main… wktu daru k bdng ktmu ma t.ati, a ngntrk di dago ya…

    kreatip tapi…..!!!hehe

    mnta do’a n bimbingan nya bwt Zikrshi nasheed supados janten jalmi soleh,,,hehehe
    sareng kn meh blok 16 teh kaangkat kitu citrana terutama RT.01 key.. a…
    pnten ya pnjang psan slnya bru tw da blognya …

  2. bener2 keluarga yang kreatif…..!!!
    tapi unik juga sih kisah nya…
    he…he…he…
    lucu……..!!!!!!

  3. pengalaman akang tak jauh beda dengan diriku…
    he..he..
    pami abdi mah di susukan di serang/sawah…

    Sungguh indah….

  4. Assalamu’alaikum.wr.wb.Crita’y lcu kg,plus kreatif dg sgla trix…he2.Mmang prlu brjwng&brusha u/mraih sswtu.Sy jd ingt qsah yg ag2 mirp wkt msh SD th 90an.Dlu org tua msh ngontrk&rmh kontrkn’y g ad WC’y,jd klo mo buang air”bah” yaa msti k WC umum yg ad dkbon pmilik kontrkn smbil bw”prlngkpn perang”alias ember+air+gayung.Tp klo mlm trsa muls2,kdu dpnding smp bsk pg,krn kbon’y glap euy…serem!!! Puntn ath meuni pjg.Sykrn ktsrn ats lgu2 Edcoustic yg keren,mnghibr&mngingatkan qt akn kMAHA BESARAN ALLOH Swt.Wassalam.

  5. 1 kata kang!

    “what a story!”

    upzz.. itu mah 1 kalimat yah… hwhe.. yahh.. itulah maksudnya..

    setiap sy baca kisah2nya.. saya semakin tau.. akang ini orang hebat yahh..

    n_n’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s