DONGENG SEBELUM TIDUR UNTUK ANAKKU

Suatu malam aku bercerita pada Kia anakku, dongeng sebelum tidur.

Kisahnya begini, seorang anak kecil tengah bermain bersama teman-temannya disekolah. Loncat kesana loncat kesini. Mereka begitu senangnya meloncati sebuah selokan kecil yang memisahkan teras masjid dengan teras aula. Saking senangnya tanpa diduga anak kecil ini menginjak kaki temannya. Sambil mengaduh kesakitan, temannya langsung menyerang dia dengan kata-kata yang memojokkan.

“Ya udah, kamu jangan main lagi sama kita!” seru temannya

Anak kecil ini terdiam sedih, ekspresinya betul-betul mengibakan. Ia merasa bersalah meski kejadian tadi bukanlah sebuah kesengajaan.

Dengan berhati besar ia mengulurkan tangan kanannya, seraya meminta maaf. Melihat itu temannya langsung menyambut permintaan maafnya dengan baik. Dan suasana tegangpun berubah pulih seperti sebelumnya. Mereka kembali bermain bersama, dan kejadian tadi betul-betul terlupakan, tidak membekas.

Mendengar cerita itu Kia hanya senyum-senyum, dengan mata menerawang menyusuri ceritaku.

“Kok senyum-senyum, yang?” tanyaku

“Hmm lucu aja ceritanya”

Sayangku, anak kecil itu adalah kamu, sahutku dalam hati.

Aku mendengar cerita itu dari Egi, kebetulan Kia sekolah ditempat Egi mengajar. Ia memperhatikan Kia dan teman-temannya dari balik jendela masjid. Seorang anak kelas satu SD, rasanya sulit aku percaya memiliki sikap mulia seperti itu. Mungkin yang terbayang oleh Egi saat itu adalah Kia akan membela diri dan membalasnya dengan kata-kata yang lebih pedas, atau paling-paling menangis lah. Diluar dugaan Kia malah mengulurkan tangan kanannya, dan berkata “Maafin saya..” Oh God, so sweat….

Anakku, betapa bangganya abi memiliki harta tak ternilai sepertimu. Mungkin itu hal kecil yang tak kau pedulikan. Tapi buat abi, sikap itu hanya dimiliki manusia-manusia berjiwa besar, yang namanya terukir dalam sejarah.

Aku menunggu kata-kata berikutnya dari dia, seperti “Bi, kia pernah seperti itu” atau “Itu kan cerita Kia disekolah, kemarin”. Nyatanya dia tak berkata apapun lagi, ia malah membalikkan badannya dan beberapa menit kemudian terhempas dalam tidur yang lelap. Lalu aku mengecup keningnya.

8 thoughts on “DONGENG SEBELUM TIDUR UNTUK ANAKKU

  1. Subhanallah……

    semoga buah hati akang selalu dlm lindungan Allah SWT…..
    ingin kelak sasya diAnugerahi buah hati sebijak yang diceritakan kang egie pada kang aden…..
    kang,kok sms’e g di blz??????????
    kang,salm buat teteh di rumah y…….

  2. askum,sya jadi merasa malu sendiri krn mungkin saya takkan sebijak anak kecil itu,yang berani mengakui kesalahannya dan meminta maaf.(-_-)
    kang.. lagu edc yang muhasabah cinta n nantikanku di batas waktunya sering membuat saya meneteskan air mata loch,,,:)

  3. haha… askum kang?
    ternyata kang aden udah punya anak hohoh…
    keliatannya masih 18 tahun…
    sering2 blogwalking ya kang… biar makin rame ke blog akang… salam kenal !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s