Ga bosen-bosennya aku nonton film ini. Banyak pelajaran berharga yang termuat dalam film hindi ini, terutama perubahan sudut pandang kita terhadap arti perguruan tinggi.
Coba aku mau tanya, seberapa banyak mahasiwa yang niat kuliah bukan karena mengejar ijazah? aku kira sangat sedikit, karena sebagian besar kita kekampus untuk sebuah status, untuk sebuah ijazah. Tak heran kalo kita dipacu untuk meraih nilai yang terbaik, bukan meraih ilmu yang terbaik. Dibentuk untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, bukan melahirkan lapangan pekerjaan.
Dalam film ini juga kita diajak untuk mengenali kelebihan kita, jadikan itu hobi sekaligus profesi. Bagaimana bisa kita mencintai fotografi, tapi malah kawin dengan mesin. Bakat menyanyi tapi kerja sebagai akuntan. Pola pengenalan bakat perlu diterapkan pada anak2 kita kelak, sehingga tak ada lagi orangtua yang memaksakan cita-citanya dengan memasung cita-cita anaknya sendiri.
Soal cinta, ini pun disinggung dan ngena banget. Rasa cinta itu definisi sederhananya seperti ini, menurut rancho:
- saat kau bersamanya, pernahkah kau merasa ada angin yang berhembus?
- bumi bergerak lambat?
- bulan terlihat lebih besar dari langit?
Kalo tidak merasakan hal itu, kamu berarti belum merasa jatuh cinta sama seseorang. Filosofi yang tak ada kebenaran mutlak didalamnya, tapi aku setuju dengan hal itu hehe…
yups … ana sepakat kang … emng ga prnah bosen nnton tuh film … prnh ana nnton tuh film 3 hari berturut turut …. hhhaaa extriimm ga tuh ,,,
dan kata kata yg ana inget “persahabatan itu lebih mulia daripada manusia nya itu sendiri .. ” (Ranchodas Syalmadas Chanchad alias Punshuk Wangdo)