Kerja dibelakang layar ternyata nikmat juga ya. Lima tahun sudah aku terlibat dalam berbagai proyek penggarapan album religi, meski terbilang indie label. Mulai dari penggarapan Album 1 & 2 Edcoustic, Album 1 & Repackage Tashiru, sampai dua album kompilasi MQFM yang menaikkan pamor Haris lewat KEIMANAN-nya.
Berbekal pengalaman tersebut, tahun ini aku beranikan diri menjajal profesi sebagai seorang Produser. Melalui agensi yang aku dirikan sendiri, bernama ADEN AGENCY (Haha.. narsis abis… tetep). Dan proyek pertamanya adalah memproduseri FIKA MUPLA, salah satu personil grup accapella MUPLA asal Bandung. Proyek ini belum sampai pada penggarapan album, melainkan single saja, untuk meramaikan ranah pernasyidan dibulan puasa mendatang.
Menjadi seorang produser pasti dipikirnya adalah orang yang punya duit, betul? Salah teman, produser itu ditunjuk oleh yang punya duit untuk mengelola produksi album atau single seorang artis. Dia berperan sebagai pembentuk brand image si artis, mulai dari style fisik sampai pada karakter musiknya. Dia pula yang menentukan lagu apa yang bakal direkam, mana lagu jagoannya dan siapa aranger musik yang menggarap. Membuat jadwal latihan pra rekam, menentukan studio mana yang akan dipake untuk rekaman, sampe lagunya betul-betul udah dalam bentuk CD master. Nah yang punya duit alias si eksekutif produsernya cuma ngawasin dan nerima jadi itu master. Beres.
Single yang dinyanyikan Fika adalah DOA QALBU. Lagu ini ciptaanku sendiri, yang kebetulan dikontrak sama Fika dua bulan sebelum aku bergabung di Publishing RPM, salah satu agensi pencipta lagu di Indonesia. Beruntung banget lah, soalnya kalo sekarang, orang yang pengen laguku harus berurusan dengan RPM. Jadi rada birokratif dikit. Huh sok banget sih gua.
Doa Qalbu lagunya bergenre pop melayu. Musiknya pop, suaranya melayu hehe.. Soalnya setelah aku pelajari, karakter vokal Fika itu perpaduan antara Vidi Aldiano sama Chalie ST12, kebayang ga? Suaranya lembut, cengkokannya keriting. Aha!! Dikit-dikit mirip Ridho Roma lah haha.. tapi nggak dangdut pisan Fika mah.
Semingguan aku cari-cari lagu yang pas buat dia, alhamdulillah ketemu. Jarang-jarang lho aku bikin lagu bergenre melayuan. Awalnya Fika kurang nyaman sama genre ini, tapi aku yakinin ke dia, kalo pengen menonjol harus beda sama yang lain. Nasyid sekarang kan didominasi genre pop, nah mau ngekor trend, apa jadi trendsetter? Akhirnya diambillah jalan tengah, musik tetep ngepop, vokal metal (melayu total). Dengan melibatkan Kang Rony Rahmat sebagai aranger musiknya, Doa Qalbu akhirnya diputuskan jadi hit single. Kenapa milih Kang Rony? Soalnya beliau memang cocok buat lagu-lagu melankolis kayak gini. Muhasabah Cinta buktinya.
Sebetulnya tugas produser hanya sampe master jadi. Cuma di Aden Agency, kita punya layanan purna jual. Yakni jasa promo dan artist agency. Kita bantu untuk melakukan kegiatan promo album/single sang artis, baik dimedia elektronik, cetak maupun online. Nah servis tambahannya si artis udah include sebagai talent di artist agency.
Proyek single Fika Mupla bakal menjadi pertaruhan kemampuanku sebagai produser. Aku berharap Fika bisa diterima luas disemua lapisan kalangan. Kalau sukses, Aden Agency kan bisa lebih leluasa menerima artis-artis lain untuk digarap dan diorbitkan. Bulan ini Fika, mungkin bulan depan adalah kalian. Bisa jadi kan. Tapi kalo pahit-pahitnya kagak laku, ya tetep dong berjuang. Wong Thomas A Edison juga gagal ribuan kali dulu, sebelum sukses nemuin lampu. Betul gak?
Posted by adenlife