Posted by: adenlife | June 29, 2009

MENJADI SEORANG PENCIPTA LAGU

Salah satu anugerahjeff Tuhan paling indah yang dititipkan dalam hidupku adalah bakat menciptakan lagu. Dengan bakat tersebut aku bisa membuktikan pada dunia bahwa tidak hanya Beethoven yang mampu membuat maha karya dan melegenda. Aku pun bisa. Sebab antara Beethoven dan aku kan tak jauh beda, sama sama manusia hehe…. Kalau beliau bisa menjadi tokoh bersejarah yang bisa mempengaruhi dunia, berarti aku pun punya kesempatan yang sama pula. Bukan begitu?

Hmmm merunut pada sejarah masa kecil, aku sendiri tak bisa memastikan tanggal dan tahun kapan aku mulai mengembangkan bakat ini. Dari satu episode ke episode hidup lainnya semua saling berkaitan, sambung menyambung sampai akhirnya bisa seperti sekarang. Mulai dari kebiasaanku nyanyi di rumah semasa SD, mengobrak abrik nada lagu artis ngetop semisal “Gelas-gelas Kaca”nya Nia Daniati  atau  “Duh Engkang”nya Itje Trisnawati. Sukses mengobrak-abrik nada, dilanjutkan dengan mengarang lirik sekenanya, yang penting ngena sama nada. Jadilah sebuah lagu baru, hasil jiplakan lagu orang yang dikombinasi. Setelah puas, baru berhenti nyanyi, dan mengarang lagu baru lainnya. Begitulah, tanpa ditulis dan tidak diingat-ingat lagi, semua terlupakan. Karena itu hanya mainan belaka, layaknya kalian bermain petak umpet atau main sandiwara-sandiwaraan, tidak penting kan merekam yang sudah dimainkan.

Tonggak pertama dibukukannya lagu-lagu buatanku adalah tanggal 24 Juli 1993. Hari itu aku menciptakan lagu pop berjudul Ulang Tahunku, karena memang hari itu sedang berulang tahun diusia 14 th. Nah dari sana baru aku bukukan satu persatu, tanpa chord atau partitur, hanya liriknya saja. Sebab saat itu belum bisa main alat musik dan buta dengan partitur (itu mah sampai sekarang). Nada dan not lagu semua terekam secara sempurna diotak, tanpa bantuan alat rekam canggih.

Beranjak SMA aku mulai bisa bermain gitar. Belajarnya pun sekadarnya, sekadar bisa untuk keperluan bikin lagu. Tapi masih menggunakan rekam otak juga, karena tak mampu membeli walkman. Alhamdulillah, lulus SMA aku bisa membukukan dua jilid. Kira-kira 100an lagu, karena masing-masing jilid berkisar 50-60an lagu cinta.

Banyak orang bertanya darimana inspirasiku? Kapan dan dimana membuatnya? Asal tahu aja, aku sama dengan musisi lainnya. Lagu itu muncul dimana dan kapan saja, tapi biasanya datang saat aku menyendiri baik diperjalanan atau dikamar. Di WC maupun di stasiun kereta. Mengenai tema lagu, sebagian adalah pengalaman pribadi, sisanya diambil dari potongan kisah orang-orang sekitarku. Aku dan kalian adalah inspirasi. Batupun juga inspirasi. Semua bisa menginspirasiku.

Sejak dulu aku sadar, bahwa semua laguku adalah investasi besar dimasa depan. Namun aku juga sama seperti yang lain. Sangat malu dan tidak pede untuk mempublikasikannya. Bertahun-tahun semua hanya untuk konsumsi sendiri, tak berani didengarkan keorang lain. Sampai akhirnya Eggie datang dan mengubah semuanya. Sifatnya yang hiperbolis, terlalu dibesar-besarkan, sifat yang tidak aku sukai darinya tapi berkat sifat tersebut aku menjadi percaya diri. Mendengar satu dua laguku ia langsung terhenyak, dan memujiku setengah mati. Setiap hari ia seperti ketagihan lagu, meminta dan meminta lagi. Sampai sampai buku laguku ia pinjam berhari-hari, ia bawa kesekolahnya. Ia perkenalkan satu persatu keteman-temannya. Bagiku, dialah tim sukses pertama yang membawaku pada dunia musik sebenarnya. Aku tak tahu bagaimana jadinya jika tidak bertemu dengan dia. Mungkin lagu-lagu itu masih tetap tersimpan rapi dalam buku, yang kian tahun kian menumpuk dilemari kamar.

Akhir tahun 2001 aku menjadi juara satu lomba cipta lagu Salman ITB. Saat penyerahan piala aku diminta menyanyikannya secara live. Beres nyanyi Mas Her (Ketua  YPM Salman saat itu) bilang dihadapan seluruh audiens, kira-kira seperti ini, Deden adalah calon orang besar didunia musik. Deg.. ini bukan rekayasa, tapi aku seperti berada pada titik waktu yang berhenti. Semua berhenti. Seolah-olah bumi ikut ikut terhenyak dengan pernyataannya. Dan sampai saat ini aku tidak tahu mengapa Mas Her bisa bilang seperti itu. Atas dasar apa? Padahal setahuku baru hari itu ia kenal dan melihatku menyanyi. Tapi justru sejak saat itu, perkataan beliau selalu terngiang-ngiang dalam setiap langkahku. Menjelma jadi api semangat. Sejak hari itu pula aku bertekad untuk serius menggeluti bidang musik, tidak sekedar hobi belaka.

Menjadi seorang pencipta lagu memang membutuhkan talenta yang unik. Banyak pemain music bahkan sekelas arranger music yang aku temui, tak mampu membuat sebuah lagu. Kalau pun ada, mereka sama sepertiku dulu, tak berani mempublikasikannya. Jika kamu adalah salah satunya, jangan berputus asa. Sebab itu adalah proses panjang yang seharusnya dilalui. Kalau sudah memancangkan diri didunia music, lewatilah masa-masa sulit itu. Kemudian satu persatu membangun jaringan koneksi. Dan teruslah berkarya. Sampai Tuhan sendiri yang menghentikannya.


Responses

  1. “Kalau sudah memancangkan diri didunia music, lewatilah masa-masa sulit itu. Kemudian satu persatu membangun jaringan koneksi. Dan teruslah berkarya. Sampai Tuhan sendiri yang menghentikannya.”

    Waw… kata2 yang dahsyat Kang…
    Thanks…

  2. subhanallah, kang aden bisa menciptakan lagu..tapi sya mah hnya bisa memadukan nada..mencari nada backing mana yang enak di acapella..
    InsyaAlloh kang akan selalu berkarya…iya kang,memang harus punya talenta yang unik..ini blog ane kang..ntar link nya blog kang Aden ana taruh di blog friend..oke kang..:) wslmkm..

  3. wah kereeeeeennnn……….

    Kak Aden emang keren abisss………hahaha!

    Kak, aku pengen juga dong ngedengerin lagu ciptaanya Kak Aden…..
    Ayo dong kak, please..!

    Kak, bikin soundtrack lagi dong kak!

    Aku akuin melodi yang kakak buat tuh emang syahdu dan menyentuh banget.
    Teh Melly aja kayaknya ampa kalah nih.
    Tau gak kak, aku sempat nyesel ama teh Melly pas bikin soundtrack KCB yang berjudul “Tuhan Beri Aku Cinta”

    Waktu lagu itu dinobatkan jadi soundtrack, aku sempat berpikir sejenak.
    Apakah film KCB akan laku kalau soundtracknya seperti ini?
    Menurut aku, “Tuhan beri aku cinta” itu kurang nendang untuk dijadikan soundtrack utama.

    Setelah film KCB mau rilis, aku pun membuka website KCB dan melihat ada video klip lagunya “Ketika Cinta BErtasbih”, dan aku langsung takjub terhadap permainan melodi yang sungguh indah.
    Siapakah pengarang melodi ini? Pasti teh Melly, batinku.
    Ternyata, saat aku lihat tulisan “Song by : Aden, Lyrics by : Melly”

    WAH…….AKU BENAR BENAR TAKJUB

    Ternyata, melodi seindah ini bukan dibikin oleh teh Melly.

    Aku salut banget sama kak Aden.
    TERUS BERKARYA ya Kak…!

    (jangan jangan, yang bikin lagunya “JAUH” adalah Kak Aden juga ya!)……hehehehe :)

    • to putra:
      thanks for ur apriciate bro…

  4. saya bingung nich kang. kalo jadi pencipta lagu harus bagaimana ya, harus kemana???. d akhir tahun 2008 saya tiba2 bisa buat lagu dan sangat bersyukur skali, tapi ‘gak tau harus kemana??. saya ‘gak tau nada sama sekali, saya juga ‘gak tau partitur dsb apalagi alat music, saya benar2 buta soal nada. prosesnya sama saya rekam di otak tapi skrng pake walkman (garis besarnya aja/ berantakan pula) he… saya juga malu buat nunjukin karya saya. (sama dengan kang aden) saya juga punya temen yang lebih bersemangat nunjukin lagu saya (mungkin belum ketemu aja jalan terbaiknya) & slalu setia mendengarkan setiap ada lagu baru, alhamdulillah. saya suka bilang (tiap da lagu yg bagus) A “wah lagunya bagus ya” ibu saya bilang ‘kamu buat dong” A “mana bisa aq buat” ternyata ‘gak lama dari percakapan itu bisa dengan sendirinya. bagi saya ini keajaiban Tuhan (memang dengan proses panjang sebelumnya/ susah dapet kerja mungkin memang jalannya harus ke sini) karena saya buta nada & saya pernah belajar music ‘gak ada yg nyantol sama skali, kuping saya kurang peka dengan nada he… & ‘gak ada biaya pula he… karya saya masih dikit (itu juga alhamdulillah dikasih) diantaranya Dunia Tanpa Suara, Katakan Wanita Super, Bintang di Malam Terakhir ku, Cinta Tanpa Tanda Tanya, dan tema2 remaja yang lainnya. saya harap kang aden bisa menjadi jalan bagi kebanyakan orang seperti saya yang ‘gak tau harus kemana??? terima kasih banyak. (facebook: amiearmya)

  5. Ass. saya punya lagu tapi ‘gak tau harus bagaimana, kemana, dsb. semoga kang aden bisa menjadi jalan bagi yang ingin menjadi seorang pencipta lagu sehingga dunia music kita makin kaya warna…. Was.

  6. salam musik mas….
    saya bingung mas dari mulai smp hingga saya berusia 25 tahun saya mempunyai beberapa ciptaan lagu… tapi saya bingung kemana menyalurkan bakat saya ? thanks mas

  7. kang Aden keren bgt… keep berkarya.!!!

  8. Masih bingung dengan dunia rekamannya mas.
    ada lagu tapi mentah terus, instrumen tak ada gimana mo rekaman.

  9. Assalamu`alaykum kang..
    Saya domisili di bandung juga…

    Saya punya beberapa lagu kang… tapi bingung euy mau diapain…
    lagu saya juga bertemakan humanis dan religius..
    rencanyanya sih mau rekaman gitu…
    kira2 ada solusi ga kang.. kumaha???

    blog saya : http://aldion8.wordpress.com
    email : aldi_300888@yahoo.com

    syukron kang..

    • kenalin aja terus ke banyak orang, biar mereka yang nilai. Biasanya darisana suka ada aja chanel yang menghubungkan

      • jazakallah kang…

  10. O ya, di blog saya ada 2 lagu dari sekitar 60-70an lagu ciptaaan saya..

    1. Cinta Dua Hamba
    2. Melangkah Berdua.

  11. Kyknya gw musti belajar banyak neh, mohon bimbingannya


Leave a response

Your response:

Categories