Jika ada yang bertanya, apakah ada sosok seorang fachri (tokoh utama film Ayat-ayat cinta) dalam kehidupan nyata? Aku bisa katakan, ADA. Silahkan datang kedaerahku, wilayah pinggiran kota Bandung. Aku menemukannya jauh sebelum film fenomenal itu lahir, bahkan novelnyanya sekalipun.
Sosok Fachri, dengan tubuhnya yang tinggi kurus, berwajah tampan. Kesholehan yang membalut kepribadiannya, lengkap dengan atribut aktivitas dakwah yang menjadi makanan sehari-hari.
Saat aku pertama kali menonton film Ayat-ayat cinta, yang terbetik dalam benakku adalah dia. Aku terharu, karena sosoknya telah dipertontonkan jutaan orang. Mungkin banyak orang yang mengatakan sosok itu hanya rekaan saja, sulit menemukannya dalam kehidupan nyata. Tapi boleh kukatakan, sosok Fachri itu ada. Benar-benar nyata.
Ia seumur denganku. Lahir 6 bulan lebih muda dariku. Saat pertama kali bertemu tahun 2001, ia telah menjelma menjadi seorang remaja bijak. Argumennya begitu sempurna, tak ayal lagi dalam sekejap ia didaulat memimpin organisasi yang saat itu sedang kami dirikan.
Aku kagum dengan semua yang ia miliki. Ketampanan, kepribadian, semangat belajar, kesolehan, kecerdasan dan banyak hal lain lagi. Aku mengenalnya sangat dekat, karena saat ia menjabat ketua, aku sekretaris umumnya. Apapun kebutuhannya sebagai pemimpin, otomatis akulah yang menyiapkannya. Dengan keluarganya pun aku cukup dekat. Sebuah keluarga yang harmonis, sarat dengan nilai agamis. Tak heran kalau dia tumbuh dewasa menjadi seorang pemuda seperti ini.
Fachri dalam film tersebut menjadi rebutan banyak wanita. Tak berbeda jauh dengan sahabatku ini. Ia menjadi primadona, baik dikampus maupun didaerah tempat tinggal kami. Setiap wanita punya mimpi ingin menjadi pendampingnya. Pernah satu saat ia menceritakan seorang wanita yang mengirim surat padanya, isinya persis seperti surat Naura pada Fachri.
Ia ibarat pusat magnet, selalu menarik perhatian siapapun yang berada didekatnya. Meski kuliahnya harus ia jalani 8 tahun dengan tertatih-tatih.
Pada dirinya aku dapat mengerti tentang arti persahabatan. Lewat ucapannya yang bijak aku bisa mengarungi samudera keindahan Islam. Entah berapa ratus orang telah menjadi baik dari dakwahnya. Termasuk diantaranya adalah aku.

Posted by adenlife 
Posted by adenlife