MALAM MINGGU DI CAFE NGOPDUL

January 31, 2010

Momen menyegarkan, kawan. Malam minggu kumpul bareng temen2 lama. Kirain cuma berempat, eh pas datang ke sana, ternyata komplit. Wah gawat, pasti kacau balau nih perut. Ketawa mulu.

Week end memang saat yang tepat buat kumpul2. Apalagi temen2ku mencar di berbagai kota, untuk alasan klasik, yup kerjaan. Weekday yang melelahkan, penuh tantangan, bergelut dengan kesibukan kantor, memantau target de el el. Kadang penat sudah dengan itu semua.

Kumpul di Ngopi Doeloe jl Teuku umar, Dago, semacam Starbak dengan harga miring hehe.. cocok banget dengan angpaw kita2. Buat kami, yang penting bisa kumpul, ditempat yang nyaman. Cukup untuk ngakak berjam-jam, tanpa ada satpam galak yang mencoba ngusir kekacauan kita, heu..

Momen seperti ini memang terbilang jarang, makanya sangat dirindukan. Aku bahagia melihat mereka semua. Kekonyolan mereka seakan tak pernah berubah, tetap sama seperti beberapa tahun yang lalu. Itu yang aku kangenin dari mereka.


MASALALU : JANGAN SELALU MEMANDANGNYA, CUKUP BERKACA SAJA

December 19, 2009

Aku pernah berhadapan dengan orang yang terkungkung oleh masalalunya sendiri. Kasian. Ia selalu merasa menderita, hidupnya penuh dengan kebencian. Masa depan seakan gelap, dan ia tak berani beranjak, barang selangkahpun. Cukup disana saja, dizona aman.

Ada juga tipe orang yang tak mau mengingat masalalunya. Ia kubur dalam-dalam. Bahkan tak jarang melupakan identitas aslinya. Seolah-olah dia makhluk yang baru lahir kembali.

Baiklah. Masalalu adalah lembaran sejarah hidup seseorang. Baik ataupun buruk. Senang maupun tak senang. Meski kita lupa, tapi rekamannya pasti ada diatas sana.

Aku pikir kita harus bijak menyikapi masalalu. Tinggal dimasalalu itu tidak baik. Melupakannya pun tidak dibenarkan. Sikap yang bijak adalah berkaca darinya.

Hidup itu seperti orang lagi nyetir mobil. Pandangan fokus kedepan, sekali-kali berkaca kebelakang.


IDENTITAS : FILM TERBAIK 2009

December 16, 2009

Film Terbaik : IDENTITAS

Sutradara Terbaik : ARI KUSUMADEWA (IDENTITAS)

Pemeran Utama Pria Terbaik : TIO PAKUSADEWO (IDENTITAS)

Pemeran Utama Wanita Terbaik : TITI SJUMAN (MEREKA BILANG SAYA MONYET)

Pemeran Pendukung Pria Terbaik : REZA RAHARDIAN (PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN)

Pemeran Pendukung Wanita Terbaik : HENIDAR AMROE (MEREKA BILANG SAYA MONYET)


MAKHLUK BERBAHAYA

December 11, 2009

Aku peringatkan kalian, orang ini sangat berbahaya. Didekatnya, kalian akan terkena sihiran maut. Terjerat resonansi. Terbuai oleh sesuatu yang uhhh apa ya, tak bisa dilukiskan dengan kata-kata.
Aku perkenalkan. Namanya Indra Purnama Irawan. Berjenis kelamin laki-laki. Berbadan tambun. Tak pernah lepas dari kacamata (kecuali tidur dan BAB). Sosoknya ramah. Kalo bicara, dunia seakan ikut slow motion.

Dalam dirinya, aku lihat sosok-sosok lain yang bersemayam. Bercampur, seperti gado-gado buatan mbok Tinah (oke jangan bahas siapa mbo ini..). Bagi pecinta sponge bob, tak asing  pasti dengan sosok Squidward. Nah itu Indra. Pernah liat The Simpson? Indra juga punya titisan Homer. Satu lagi, Pernah dengar Shaff-fix? (aw aw.. indra mulai memukul-mukul kepalaku!!) sosoknya 100% berwujud sebagai bassis di grup tersebut.

Dia memang makhluk yang berbahaya. Sebab sepengetahuanku, selama menjadi sahabatnya, aku tak pernah punya kesempatan untuk tidak tertawa. Dalam pandangan sisnisnya sekalipun. Berbahaya memang. Karena akan meresonansimu untuk terus tertawa, jika didekatnya. Itulah sosok humoris seorang indra.

Sisi baiknya memang selalu mengalahkan kelemahannya. Ada saja cara agar aku bisa berbaik hati padanya. Dan aku tak mampu menolak, jika dia sudah berwujud menjadi Puss in the Boots (itu loh, sikucing yang mengibakan di Shrek). Huh menyebalkan.

Tapi aku kagum dengan pendiriannya. Kagum dengan otak encernya. Dan kagum dengan keseharian dia. Sosok Indra yang solider terhadap teman. Pencair suasana. Penghibur dikala lara. Dan pemurah disaat banyak duit.

Itu lah dia. Tak dilebihkan, tak dikurangi. Sepatutnya ia diboyong ke aneka satwa langka. Karena orang seperti dia jarang nongol didunia. Beruntung aku dipertemukan dengan sang Indra. Sebab jika tidak, tentu ia tak mungkin sehebat sekarang. Haha…

Jaka sembung Jaka tarung..

Silahkan aja disambung-sambung


NINJA ASSASSIN

December 11, 2009

Baru nonton ini film, teman. Seru juga, meski rada ngeri dengan pelbagai kekerasannya, berdarah-darah. Wuihh, film yang tak boleh disentuh dulu oleh anakku hehe.. Belum cukup umur nak, ntar kamu ikut2an cincang orang sembarangan.

Sebetulnya, film ini biasa saja. Menurutku. Yang keren ya visual efeknya, teknik silat, dan tentu saja Rain (one of my korean movie star fave).

Satu hal yang aku ingat dari film ini adalah kelebihan yang dimiliki setiap ninja ‘9 clan’ (klan ninja pembunuh). Yaitu dapat menyembuhkan luka fisiknya sendiri. Separah apapun lukanya, dengan ilmu silat yang dimiliki, mereka mampu menyembuhkannya dalam sehari. Wow, ini yang menggelitik otakku. Apa benar secara ilmiah, seseorang dapat mengobati luka fisiknya tanpa sentuhan ilmu kedokteran modern.

Teringat dengan kesaktian seseorang jaman dulu. Di kampung halamanku, ada seorang sakti yang jahat. Dimana dia memiliki kelebihan serupa. Saat tubuhnya di mutilasi, dalam sekejap ceceran organnya dapat bersatu kembali. Berati dia lebih hebat ketimbang klan ninja diatas hehe..

Kalau anda seorang dokter, bisakah menjelaskannya? Karena menurut pemikiranku itu bisa saja. Self Healing. Meski entah seperti apa penguraian ilmiahnya.

Temanku, Nuggie Al Afghani (mantan penyiar), memiliki lembaga training yang salah satunya mensugesti tiap orang untuk bisa melakukan apa saja terhadap tubuhnya masing2. Sebagai contoh, mengukur panjang kedua jari tengah. Jika pengukuran pertama, kedua jari sama panjang. Nah, setelah melakukan yoga-yogaan sebentar (dengan maksud memerintah otak agar memperpanjang jari tengah tangan kiri), maka yang terjadi benar. Pengukuran kedua, jari yang kiri lebih panjang.

So, kembali ke Ninja Assassin. Ceweknya kurang cantik. Ougghh… Den pliss.. Tulisanmu kadang suka ga nyambung.


SEBUT OBAMA MUSLIM DI FACEBOOK, WALIKOTA DICECAR

December 9, 2009

Mengumbar komentar di Facebook bisa berujung masalah besar. Pelajaran ini tampaknya perlu dipetik oleh seorang walikota yang berani menyinggung Presiden Barack Obama via Facebook. (read more)


TRAILER FILM : SANG PEMIMPI

December 9, 2009


RAHASIA MENAKLUKAN WANITA

December 8, 2009

Wanita, racun dunia. Itu kata The Changcuter.

Wanita, tiang negara. Itu kata, hmmm kata siapa ya. Whatever..

Dan lelaki, adalah makhluk bodoh. Itu kata sahabatku, seorang perempuan.

“Tapi ada yang lebih bodoh lagi” timpalku

“Siapa?’

“Orang yang mencintai makhluk bodoh itu”

Hahaha.. kena dia

“Udah tahu lelaki itu bodoh. Kenapa juga dipuja-puja”

Aku menang. Yup yup.. Dia langsung speechless.

Percakapan itu aku sadur dari diskusi yang menyenangkan, beberapa tahun silam. Kami sangat suka, jika pembahasan sudah masuk pada ranah gender. Tapi maaf, bukan soal mana kuat mana lemah. Diskusi kami hanya sebatas psikologi saja. Tentunya didunia cinta mencinta, hehe..

Dari hasil pengamatan dan pengalamanku (ceile..) patut aku katakan padamu, teman, bahwa wanita itu makhluk misterius, tapi mudah ditaklukan. Benarkah? Buktikan sendiri..

Lalu mengapa masih banyak lelaki yang tak mampu menaklukannya. Karena mungkin belum baca tulisan ini (Haha sok iye lu den…) peace ah..

Sederhana sebetulnya, rahasia menaklukan seorang wanita. Aku tak akan beberkan semuanya sekarang. Tulisan ini hanya memuat satu kalimat pernyataan saja soal menaklukan wanita. Dilain waktu akan kita bahas tips-tipsnya. Nah bagi kaum wanita, juga sama. Di artikel lain, nanti aku beri tahu apa yang dibutuhkan laki-laki.

Rahasianya adalah…

Bagaimana, seorang laki-laki mampu MENGOBOK-OBOK HATI WANITA


HADAPI ANAK YANG REWEL

December 8, 2009

Pagi-pagi rumah sudah ribut. Nenekku berang, buyutnya (maksudnya, anakku) susah disuruh mandi. Padahal waktunya persiapan untuk sekolah. Mempan oleh nenek, akhirnya aku turun tangan juga. Saat turun dari kamarku diatas, kulihat Kia tengah asyik menonton acara kartun, tanpa mempedulikan ocehan sang uyut.

Melihatku, dia langsung ketakutan. Bukan. Bukan karena ia takut dipukuli. Karena aku bukan ayah yang ringan tangan. Ia takut, karena sudah membuatku turun dari kamar. Saat kutuntun dia kekamar mandi, ia meronta-ronta. Tapi ditanganku Kia memang tak bisa berkutik. Ia hanya bisa meronta, menangis dan berteriak. Selebihnya dengan terpaksa ia turuti apa yang kuperintahkan. Sifat dasar anak kecil, penurut.

“Nggak mau abi, nggak mau, abiii…. nggak mau.” Hanya itu yang dikatakannya. Berulang-ulang. Tak ada kosakata lain. Aku terus memandikannya, menyuruh sikat gigi, menyabuni, lalu menyampoinya. Aku tak menghiraukan raungannya, dan aku sendiri tak bicara sepatah katapun.

Selepas mandi, aku kira dia akan kelelahan menangis. Perkiraanku salah. Kia terus meraung-raung. Tentu dengan kalimat yang sama. Pasti ada alasannya, pikirku. Disela membajui, menyisirnya, hatiku juga ikut berpikir. Pasti telah terjadi sesuatu disekolah, membuatnya tak ingin menginjakkan kaki disana. Apa mungkin karena ada PR yang belum dikerjakan, atau temannya mengganggu dia, atau barangkali ia tak suka dengan gurunya.

Belum saatnya mengajak dia berdiskusi, pikirku. Nanti saja diperjalanan, saat hatinya sudah tenang. 45 Menit tangisannya belum juga reda. Saat kusuapi nasi goreng, ia masih saja mengucapkan kalimat yang sama. Tapi ia kunyah juga makanannya. 5 Menit sebelum berangkat, aku biarkan ia menonton Sponge Bob di TV, untuk sedikit menghibur hatinya.

Beberapa saat kemudian datang mobil jemputan sekolah, aku bilang pada supir untuk berangkat saja. Hari ini aku yang akan mengantarnya. Lagi rewel, kataku. Melihat Kia sudah tenang, aku berbisik :

“Biar abi antar ya hari ini, sekalian abi mau kasih hadiah”

“Hadiah apa bi?”

“Kia pilih saja nanti di Indomaret”

Mendengar hadiah, lenyap sudah kemurungannya. Dengan semangat ia keluar rumah menaiki motor. Diperjalanan baru aku ngobrol ihwal kenapa tak mau sekolah.

“Disekolah ada yang nakal?” tanyaku, iapun mengangguk. Oh, karena itu toh. Kini ia sendiri yang nyerocos, menjelaskan betapa dia dan teman-teman lainnya jengkel atas kenakalan anak satu itu.

“Jadi bukan cuman Kia dong yang dijaili?”

“Iya bi, temen Kia juga suka dimainin ama dia”

“Oh gitu, tapi bukan berarti Kia harus ga masuk sekolah kan. Kia harus bisa hadapin semuanya. Anak abi ga boleh jadi pengecut”

Ia pun mengangguk.

Ah Kia.. Betapa menggemaskannya dirimu. Banyak hal yang aku pelajari darinya. Terutama soal pendidikan dan psikologi anak. Kejadian pagi itu saja sudah mengajakku berpikir dan bertindak, bagaimana cara menghadapi permasalahan anak seperti ini. Kesabaran. Sikap tenang. Wibawa. Kecekatan. Dan sikap demokratis. Hal yang muncul bersamaan memerangi yang namanya amarah.

Di Indomaret aku bebaskan dia memilih makanan, dengan batas dana yang ditentukan. Ia senang sekali mengantongi sebungkus ciki dan susu kotak. Saat digerbang sekolah, tak ada rasa takut dalam dirinya. Sebab saat ia mencium punggung tanganku, aku berbisik:

“Hadapi semuanya, anak abi kan bukan pengecut”

Ia pun tersenyum sembari melambaikan tangan.


NOMINASI FESTIVAL FILM INDONESIA 2009

December 7, 2009

Nominasi Film Terbaik FFI 2009

  • Identitas
  • Jamila dan Sang Presiden
  • Mereka Bilang, Saya Monyet!
  • Perempuan Berkalung Surban
  • Rumah Maida

Nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI 2009

  • Atiqah Hasiholan (Rumah Maida)
  • Aty Kanser (Emak Ingin Naik Haji)
  • Leony (Identitas)
  • Revalina S Temat (Perempuan Berkalung Surban)
  • Titi Syuman (Mereka Bilang, Saya Monyet!)

Nominasi Pemeran Pembantu Wanita Terbaik FFI 2009

  • Ayu Pratiwi (Emak Ingin Naik Haji)
  • Henidar Amroe (Mereka Bilang, Saya Monyet!)
  • Niniek L. Karim (Ketika Cinta Bertasbih 2)
  • Widyawati (Perempuan Berkalung Surban)

Nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik FFI 2009

  • Tio Pakusadewo (Identitas)
  • Emir Mahiri (Garuda di Dadaku)
  • Reza Rahardian (Emak Ingin Naik Haji)
  • Vino G. Bastian (Serigala Terakhir)
  • Yama Carlos (Rumah Maida)

Nominasi Pemeran Pembantu Pria Terbaik FFI 2009

  • Deddy Mizwar (Ketika Cinta Bertasbih 2)
  • Frans Tumbuan (Rumah Maida)
  • Mamiek Prakoso (Garuda di Dadaku)
  • Reza Rahardian (Perempuan Berkalung Surban)
  • Verdy Sulaiman (Rumah Maida)

Nominasi Sutradara Terbaik FFI 2009

  • Ari Kusumadewa (Identitas)
  • Djenar Maesa Ayu (Mereka Bilang, Saya Monyet!)
  • Hanung Bramantyo (Perempuan Berkalung Surban)
  • Ratna Sarumpaet (Jamila dan Sang Presiden)
  • Teddy Soeriatmadja (Rumah Maida)

Nominasi Penata Musik Terbaik FFI 2009

  • Aksan Syuman dan Titi Syuman (Garuda di Dadaku)
  • Djaduk Ferianto (Jagad Kali Code)
  • Aksan Syuman dan Titi Syuman (King)
  • Bobi Suryadi (Rumah Maida)
  • Arge Swara (Merah Putih)

Nominasi Penata Suara Terbaik FFI 2009

  • Edo Sitanggang (Identitas)
  • Iwan Akbar dan Edo Sitanggang (Emak Ingin Naik Haji)
  • Satrio B. dan Jajang Muslim (Jamila dan Sang Presiden)
  • Hikmawan Santoso (Rumah Maida)
  • Trisno dan H Santoso (Serigala Terakhir)